Logo Bloomberg Technoz

Kekosongan BBM SPBU Shell Diramal Tuntas Usai Dibeli Sefas Group

Azura Yumna Ramadani Purnama
20 August 2026 15:20

Pekerja Shell menjaga stand penjualan makanan dan minuman di SPBU Shell Arteri Pondok Indah, Jakarta, Jumat(3/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean)
Pekerja Shell menjaga stand penjualan makanan dan minuman di SPBU Shell Arteri Pondok Indah, Jakarta, Jumat(3/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri minyak dan gas (migas) meyakini Sefas Group dapat menuntaskan persoalan kosongnya sejumlah stok bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell, usai mengakuisisi bisnis SPBU PT Shell Indonesia.

Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) Moshe Rizal menjelaskan keyakinan tersebut didasari oleh pengalaman Sefas berbisnis di sektor pelumas. Terlebih, Sefas Group merupakan perusahaan asli Indonesia.

Moshe mencatat Sefas Group merupakan distributor pelumas Shell di Indonesia, sehingga dipandang memiliki pengalaman dalam berbisnis di sektor hilir migas dan mengetahui iklim bisnis di Indonesia.


“Mereka ini memang distributor utamanya pelumas untuk Shell. Jadi saya rasa mereka sudah cukup nyaman bekerja sama dengan Shell dan membawa nama Shell. Mereka juga pasti juga sudah mempelajari bagaimana bisnis SPBU ini berjalan dan mungkin, dengan adanya perusahaan lokal, ya ini mungkin akan lebih mudah akan lebih bisa diterima oleh pemerintah,” kata Moshe ketika dihubungi, Kamis (20/8/2026).

Suasana sepi di SPBU Shell di Jakarta, Senin (2/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Moshe menilai pengalaman tersebut dapat mempermudah Sefas Group dalam mengurus izin impor BBM, sebab perusahaan diyakini telah mengetahui iklim bisnis sektor hilir migas di Indonesia.