Efek Masuknya Haji Isam & Konglomerat China Deng Weiming ke PACK
Cahya Puteri Abdi Rabbi
20 August 2026 07:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatat perubahan kinerja yang cukup tajam setelah meninggalkan bisnis kemasan plastik dan beralih ke bisnis pertambangan nikel.
Melansir laporan keuangan perseroan pada Kamis (20/8/2026), pada semester pertama tahun ini, PACK membukukan laba periode berjalan Rp190,79 miliar, berbalik dari rugi Rp14,33 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mencapai Rp190,74 miliar, dibandingkan rugi Rp14,35 miliar pada semester I-2025.
Kenaikan laba tersebut utamanya berasal dari kontribusi investasi pada entitas asosiasi pertambangan. PACK mencatat bagian laba bersih entitas asosiasi sebesar Rp202,84 miliar sepanjang enam bulan pertama 2026. Angka ini sebelumnya belum ada pada semester pertama tahun lalu.
Pendapatan PACK sendiri kini berasal dari penjualan bijih nikel. Penjualan bersih mencapai Rp213 miliar pada periode ini, melonjak lebih dari 10 kali lipat dibandingkan Rp20,55 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laporan keuangan menyebut seluruh penjualan tersebut merupakan penjualan bijih nikel. Di sisi lain, beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp206,65 miliar dari Rp17,19 miliar.
Transformasi Bisnis dari Plastik Packaging ke Nikel
Perubahan ini merupakan bagian dari transformasi bisnis PACK. Sebelumnya, perseroan bernama PT Solusi Kemasan Digital Tbk dan menjalankan bisnis perdagangan eceran pembungkus plastik serta industri barang dari plastik untuk pengemasan.




























