Logo Bloomberg Technoz

Mengenal Desil dan Kaitannya dengan Pertalite Bersubsidi

Andrean Kristianto
19 August 2026 20:02

Petugas mewawancarai warga saat Sensus Ekonomi 2026 di kawasan Cilandak Timur, Jakarta, Rabu, (19/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Petugas mewawancarai warga saat Sensus Ekonomi 2026 di kawasan Cilandak Timur, Jakarta, Rabu, (19/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pemerintah tengah mengelompokkan masyarakat ke dalam 10 tingkat kesejahteraan (desil). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pemerintah tengah mengelompokkan masyarakat ke dalam 10 tingkat kesejahteraan (desil). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga mulai dari desil 1 yang paling tidak mampu sampai dengan desil 10 yang paling sejahtera.

Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga mulai dari desil 1 yang paling tidak mampu sampai dengan desil 10 yang paling sejahtera.

Pemeringkatan desil ditentukan oleh puluhan variabel dengan bobot berbeda, termasuk kondisi perumahan, demografi, ketenagakerjaan, kepemilikan usaha,

Pemeringkatan desil ditentukan oleh puluhan variabel dengan bobot berbeda, termasuk kondisi perumahan, demografi, ketenagakerjaan, kepemilikan usaha,

Urutan ini menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menentukan prioritas penerima berbagai program perlindungan sosial dan bantuan kemasyarakatan.

Urutan ini menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menentukan prioritas penerima berbagai program perlindungan sosial dan bantuan kemasyarakatan.

Semakin rendah angka desil suatu keluarga, semakin tinggi prioritasnya untuk memperoleh program bantuan sosial. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Semakin rendah angka desil suatu keluarga, semakin tinggi prioritasnya untuk memperoleh program bantuan sosial. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Masing-masing desil mewakili sekitar 10 persen keluarga berdasarkan urutan tingkat kesejahteraannya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Masing-masing desil mewakili sekitar 10 persen keluarga berdasarkan urutan tingkat kesejahteraannya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pemahaman desil penting karena menjadi dasar penyaluran bansos dan kajian pembatasan Pertalite bersubsidi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pemahaman desil penting karena menjadi dasar penyaluran bansos dan kajian pembatasan Pertalite bersubsidi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kelompok desil 9 dan 10 berpotensi menjadi kelompok yang diarahkan beralih dari BBM bersubsidi ke BBM nonsubsidi. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Kelompok desil 9 dan 10 berpotensi menjadi kelompok yang diarahkan beralih dari BBM bersubsidi ke BBM nonsubsidi. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Petugas mewawancarai warga saat Sensus Ekonomi 2026 di kawasan Cilandak Timur, Jakarta, Rabu, (19/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pemerintah tengah mengelompokkan masyarakat ke dalam 10 tingkat kesejahteraan (desil). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga mulai dari desil 1 yang paling tidak mampu sampai dengan desil 10 yang paling sejahtera.
Pemeringkatan desil ditentukan oleh puluhan variabel dengan bobot berbeda, termasuk kondisi perumahan, demografi, ketenagakerjaan, kepemilikan usaha,
Urutan ini menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menentukan prioritas penerima berbagai program perlindungan sosial dan bantuan kemasyarakatan.
Semakin rendah angka desil suatu keluarga, semakin tinggi prioritasnya untuk memperoleh program bantuan sosial. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Masing-masing desil mewakili sekitar 10 persen keluarga berdasarkan urutan tingkat kesejahteraannya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pemahaman desil penting karena menjadi dasar penyaluran bansos dan kajian pembatasan Pertalite bersubsidi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kelompok desil 9 dan 10 berpotensi menjadi kelompok yang diarahkan beralih dari BBM bersubsidi ke BBM nonsubsidi. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Istilah desil belakangan menjadi sorotan seiring rencana pemerintah mengkaji pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite, berdasarkan kelompok kesejahteraan masyarakat.

Dalam skema tersebut, masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 berpotensi tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite bersubsidi dan diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi.

Desil 9 dan 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi di Indonesia. Secara keseluruhan, kedua kelompok tersebut mencakup sekitar 20% keluarga dengan kondisi ekonomi terbaik.

Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan ke dalam 10 kelompok. Setiap desil mewakili sekitar 10% keluarga yang diurutkan berdasarkan tingkat kesejahteraannya, mulai dari kelompok dengan kondisi ekonomi terendah hingga tertinggi.

Dalam pembagian tersebut, desil 1 menempati kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada posisi paling tinggi. Urutan ini menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menentukan prioritas penerima berbagai program perlindungan sosial dan bantuan kemasyarakatan.

Semakin rendah angka desil suatu keluarga, semakin tinggi prioritasnya untuk memperoleh program bantuan sosial. Pemetaan tersebut digunakan untuk membantu pemerintah menyalurkan berbagai bentuk bantuan secara lebih terarah sesuai kondisi kesejahteraan masyarakat.

Penentuan desil tidak hanya didasarkan pada penghasilan keluarga. Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa pengelompokan kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mempertimbangkan sejumlah variabel, seperti identitas kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan, kondisi tempat tinggal, sanitasi dan air minum, kesehatan, disabilitas, kepemilikan aset, serta kepemilikan usaha.

Pemahaman mengenai desil menjadi penting karena pengelompokan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial, tetapi juga tengah dikaji sebagai dasar pembatasan akses terhadap Pertalite bersubsidi. Jika kebijakan diterapkan, kelompok desil 9 dan 10 berpotensi menjadi kelompok yang diarahkan beralih dari BBM bersubsidi ke BBM nonsubsidi.

(dre)