Logo Bloomberg Technoz

Secara keseluruhan, pembiayaan utang pada RAPBN 2027 sebesar Rp876,3 triliun, meningkat 0,9% dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp868,1 triliun.

Pembiayaan Utang

2025

Outlook 2026

RAPBN 2027

Surat Berharga Negara (Neto)

Rp639,3 T

Rp736,6 T

Rp779,9 T

Pinjaman Dalam Negeri (Neto)

Rp10,2 T

-Rp5,9 T

-Rp11,5 T

Pinjaman Luar Negeri (Neto)

Rp85,9 T

Rp137,5 T

Rp107,8 T

Total Pembiayaan Utang

Rp735,4 T

Rp868,1 T

Rp876,3 T

Dengan demikian, SBN neto menyumbang sekitar 89% dari total pembiayaan utang 2027, sementara pinjaman luar negeri menyumbang sekitar 12,3%. Adapun pinjaman dalam negeri tercatat negatif 1,3% karena nilai pembayaran cicilan pokok lebih besar dibandingkan penarikan pinjaman baru.

Prioritaskan Penerbitan di Pasar Domestik 

Terkait dengan pembiayaan tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan sejumlah risiko termasuk risiko gejolak global, risiko suku bunga, risiko nilai tukar, risiko pembiayaan ulang (refinancing), serta risiko kekurangan (shortage) pembiayaan.

“Dalam jangka menengah, Pemerintah tetap memprioritaskan penerbitan SBN di pasar domestik dengan tingkat bunga tetap dan tenor menengah-panjang,” sebut dokumen tersebut.

Sementara, pengadaan utang baru dalam valuta asing tetap dilakukan secara selektif dalam rangka diversifikasi instrumen dan perluasan basis investor dengan tetap menjaga risiko nilai tukar agar sejalan dengan indikator dalam strategi pembiayaan utang.

Pengembangan basis investor domestik antara lain dilakukan melalui penerbitan SBN Ritel dengan tingkat bunga dan tenor yang beragam namun tetap sejalan dengan strategi pembiayaan utang Pemerintah.

“Selain itu juga dilakukan penerbitan instrumen utang jangka pendek, yaitu Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) sebagai salah satu instrumen pasar uang domestik,” tulis dokumen itu.

Pemerintah juga disebut akan terus mengelola portofolio secara aktif guna menyeimbangkan biaya dan risiko utang serta memperhatikan kemampuan pembayaran kembali.

(ell)

No more pages