Riset: Transisi Baja Hijau Berpotensi Beri Pemasukan Rp606 T
Pramesti Regita Cindy
19 August 2026 14:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Transisi menuju industri baja rendah karbon diperkirakan memberikan kontribusi atau tambahan manfaat ekonomi bagi Indonesia hingga US$34 miliar atau setara Rp606 T (asumsi kurs Rp17.835/US$) secara kumulatif pada 2025-2050.
Hal tersebut diungkapkan melalui riset Green Steel for Growth Covening oleh Climate Catalyst, yang disampaikan oleh Tenaga Ahli Ekonomi Energi PSE UGM Ardyanto Fitryadi, Rabu (19/8/2026).
Jelasnya, manfaat ekonomi tersebut berasal dari peluang investasi, peningkatan ekspor, hingga ke penyerapan tenaga kerja yang tercipta lantaran proses transisi industri ini.
"Kenapa bisa kemudian kita mendapatkan atau mengenerate benefit sebesar ini? Jalurnya bisa lewat investasi baru, akibat tadi adanya transisi yang menuju produk-produk yang lebih green."
"Kemudian kesempatan ekspor yang lebih besar, lalu kemudian penyerapan tenaga kerja dari industri-industri baru yang muncul akibat dari investasi tadi. Tidak hanya di steel industry-nya, tapi juga ke sektor-sektor lain yang menjadi pendukung industri baja ini," ungkap Ardyanto dalam paparannya dalam agenda Climate Catalyst.

































