Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Belum ke Mana-mana, Tunggu Sinyal BI Rate

Tim Riset Bloomberg Technoz
19 August 2026 09:24

Mata uang rupiah dengan latar dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mata uang rupiah dengan latar dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan spot Rabu (19/8/2026) dengan penguatan sangat terbatas hampir flat 0,01%% di Rp17.856/US$, seiring ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga BI Rate yang diumumkan hari ini. 

Lalu, tak lama berselang, rupiah malah melemah tipis 0,01% ke Rp17.859/US$ pada 09:07 WIB. 

Sebaliknya, rupiah di pasar luar negeri justru berbalik arah dan menguat 0,09% ke posisi Rp17.903/US$, setelah sempat melemah di Rp17.920/US$ pada pagi tadi. 

Gerak rupiah di pasar luar negeri menguat terbatas jelang pembukaan di pasar spot. (Bloomberg)

Pergerakan rupiah masih dibayangi oleh kenaikan harga minyak mentah yang bertahan di level US$91,7/barel, lantaran prospek perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meredup. 

Meski harga minyak terdongkrak naik, sebagian mata uang Asia masih defensif dan bertahan menguat. Won Korea Selatan menguat paling tajam 0,32%, bersama dolar Taiwan 0,12%.