Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Hari Ini Ditutup Rp17.857/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
18 August 2026 15:34

Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Selasa (18/8/2026) dengan pelemahan 0,18% sama dengan posisi pembukaan tadi pagi di Rp17.857/US$. 

Sepanjang sesi perdagangan, pergerakan rupiah relatif defensif. Meski dibuka melemah, rupiah sempat menguat secara terbatas hingga ke Rp17.838/US$ pada pukul 10:00 WIB, sejalan dengan pergerakan bullish di pasar Surat Utang Negara (SUN) dengan adanya lelang pada hari ini. 

Pergerakan rupiah pada Selasa 18 Agustus 2026. (Bloomberg)

Namun begitu, pada perdagangan siang rupiah sempat melemah hingga Rp17.861/US$ dan hingga penutupan sore, rupiah hanya mampu memangkas sebagian pelemahannya dan berada pada posisi pembukaan tadi pagi. 


Pelemahan rupiah dipicu oleh pergerakan harga minyak mentah yang kembali naik dan berada di US$91,3/barel. Kenaikan harga minyak membuat pelaku pasar khawatir pada tekanan inflasi yang akan kembali membuat langkah The Fed kembali hawkish

Dari pasar Asia, sebagian besar mata uang merespons harga minyak dengan negatif. Peso Filipina melemah paling tajam, disusul dolar Taiwan, baht Thailand, rupiah, yen Jepang, rupee India, yuan offshore, dolar Singapura, dan yuan China.