Logo Bloomberg Technoz

Berkaca dari Singapura, Bisakah Bursa Mineral Icomex Saingi SGX?

Azura Yumna Ramadani Purnama
19 August 2026 09:00

Kantor pusat Singapore Exchange Ltd. (SGX) di Singapura./Bloomberg-Ore Huiying
Kantor pusat Singapore Exchange Ltd. (SGX) di Singapura./Bloomberg-Ore Huiying

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) mencatat Singapura melalui Singapore Exchange Ltd. (SGX) dapat menguasai lebih dari 95% perdagangan derivatif bijih besi lintas laut dunia, padahal tidak memiliki tambang bijih besi di negaranya.

Sementara itu, Indonesia juga tengah menyusun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang rencananya akan dinamai Indonesia Commodity Exchange (Icomex). 

Berbeda dengan Singapura, Indonesia memiliki kelebihan lantaran menguasai lebih dari 50% pasokan nikel dunia, sekitar 55% pasokan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), serta sekitar 20% pasokan timah dunia.


Analis senior ISEAI Ronny P. Sasmita menegaskan keberadaan pasokan fisik tidak secra langsung membuat pelaku pasar melakukan transaksi di BMKS, terlebih Indonesia memiliki ketimpangan antara penguasaan sumber daya fisik dan kesiapan ekosistem finansial.

Blok feronikel yang diproduksi di fasilitas pengolahan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara./Bloomberg-Dimas Ardian

Dia memandang ketimpangan terbesar terletak pada dimensi likuiditas finansial dan ketidakhadiran ekosistem pembuat pasar atau market makers internasional.