Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Melemah: BYAN Hingga Keputusan FTSE

Muhammad Julian Fadli
19 August 2026 10:04

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (19/8/2026), bergerak melemah kala awal perdagangan. Hingga pukul 09:15 WIB, Indeks kehilangan 36,26 poin (0,56%) ke level 6.413.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) usai 15 menit berlangsung, volume perdagangan tercatat 6,12 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,02 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 359.128 kali.

Sebanyak 218 saham masih berhasil menguat dan 271 saham melemah. Sementara 209 saham tidak bergerak.


Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas memandang saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi kontributor terbesar IHSG pada perdagangan kemarin, setelah melonjak sekitar 20% di tengah isu akuisisi oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. 

Namun, rumor tersebut dibantah oleh Sekretaris Perusahaan BYAN Jenny Quantero dalam Keterbukaan Informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI).