Logo Bloomberg Technoz

Kinerja Rupiah Lawan Dolar dan Mata Uang Asia Tahun Ini, Menang?

Tim Riset Bloomberg Technoz
18 August 2026 13:49

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja rupiah sepanjang tahun ini jauh dari kata menyenangkan, seiring meningkatnya tekanan eksternal akibat pecah konflik di Timur Tengah. Depresiasi demi depresiasi terus melanda dan menggerus nilai tukar rupiah, bukan hanya terhadap dolar Amerika Serikat (AS), tapi juga mata uang Asia lainnya. 

Ketidakpastian akibat pecahnya perang antara AS dan Iran menyebabkan turbulensi di pasar energi menekan mata uang kawasan, termasuk rupiah. Di saat yang sama, faktor domestik juga makin menambah sentimen bagi kinerja rupiah hingga mencatat performa lebih buruk dibandingkan mata uang negara Asia lain.

Melansir data Bloomberg, kinerja rupiah tercatat melemah dengan pergerakan di pasar spot berada di rentang Rp16.725/US$ hingga Rp16.995/US$ pada kuartal pertama. 


Pada kuartal pertama ini, kinerja rupiah masih jauh lebih baik daripada kinerja won Korea Selatan terhadap dolar AS. Rupiah terdepresiasi 1,79%, sementara won Korea Selatan 5,25%. Namun, masuk ke kuartal kedua, kinerja rupiah semakin memburuk.

Rupiah anjlok ke posisi pertama menjadi mata uang terlemah di kawasan dan terdepresiasi 4,96% terhadap dolar AS. Pergerakan rupiah dalam periode ini berada di rentang Rp16.980/US$ hingga menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah di Rp18.178/US$ pada 8 Juni 2026.