Logo Bloomberg Technoz

Sementara, yen Jepang, dolar Hong Kong, rupiah dan yuan China menguat lebih terbatas. Sebaliknya, baht Thailand melemah bersama peso Filipina, ringgit Malaysia, dan dolar Singapura. 

Penguatan won Korea Selatan tertopang oleh aksi bullish yang terjadi di pasar saham domestik. Selain itu, meredanya tekanan arus keluar dana asing dan meningkatnya konversi valas oleh eksportir menopang won sepanjang Agustus ini. 

Rupiah menguat terbatas, bersama sebagian mata uang Asia. (Bloomberg)

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada arah kebijakan suku bunga BI Rate. Berdasarkan konsensus, pasar menilai BI akan tetap mempertahankan BI Rate di 5,75%, setelah langkah pengetatan agresif dengan menaikkan suku bunga hingga 100 basis poin (bps) secara kumulatif sejak Mei. 

Dalam kondisi sekarang, sebagian pelaku pasar menilai sepertinya mempertahankan suku bunga dapat memberi kesempatan bagi BI untuk mengevaluasi dampak pengetatan terhadap rupiah, inflasi, permintaan domestik, serta arus modal sebelum kembali mengambil keputusan. 

Ekonom Bloomberg Economics, Tamara Henderson, menyebut proyeksi tersebut tertopang oleh angka inflasi berada dalam kisaran target BI di rentang 1,5%-3,5%, begitu juga dengan pergerakan nilai tukar yang relatif stabil di rentang Rp17.800-17.900/US$. 

BI dijadwalkan akan mengumumkan suku bunga BI Rate siang ini.

(dsp/aji)

No more pages