Arah Rupiah Menanti Keputusan BI Rate
Tim Riset Bloomberg Technoz
19 August 2026 08:31

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah di pasar spot berpotensi bergerak defensif di rentang Rp17.840-Rp17.900/US$, kala pelaku pasar berhati-hati menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), yang akan menetapkan suku bunga acuan BI Rate hari ini (19/8/2026).
Di pasar Non-Deliverable Forward (NDF), gerak rupiah pagi ini sedikit melemah ke Rp17.920/US$, setelah ditutup terpeleset 0,3% pada sesi perdagangan kemarin. Harga minyak Brent yang melonjak dan bertahan di level US$91,7/barel menjadi sebab.
Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak bukan cuma soal naiknya harga komoditas global. Tingginya harga minyak melampaui angka asumsi yang ditetapkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, mengaktifkan kembali kekhawatiran pelaku pasar terhadap defisit fiskal dan neraca perdagangan di tengah kebutuhan impor energi.
Harga minyak yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan kebutuhan subsidi dan kompensasi energi, sehingga ruang fiskal dapat kembali menjadi perhatian investor. Sebab, tekanan terhadap neraca perdagangan berpotensi terjadi jika kenaikan nilai impor dari energi ini tak diimbangi dengan peningkatan ekspor.
Kekhawatiran itu tak cuma terjadi di Indonesia, mata uang di pasar Asia yang sudah buka pada 07.45 WIB sebagian merespons dengan pelemahan. Baht Thailand melemah 0,14%, disusul ringgit Malaysia, dolar Singapura dan yuan offshore melemah lebih terbatas. Sebaliknya, won Korea Selatan dan yen Jepang berhasil menguat.




























