Logo Bloomberg Technoz

Pengawasan Pelabuhan

Rosan juga menyampaikan, meskipun kegiatan ekspor banyak terkonsentrasi di beberapa pelabuhan utama, pengawasan yang dilakukan tetap akan mencakup seluruh pelabuhan yang ada.

Dia memberikan contoh pada komoditas CPO yang lebih banyak diekspor dari wilayah Sumatra melalui lima pelabuhan besar.

"Walaupun misalnya ekspor banyak terkonsentrasi di beberapa pelabuhan utama, tentunya pengawasan kita akan mencakup ke seluruh pelabuhan yang ada. Contohnya CPO kan lebih banyak di daerah Sumatra, seperti di 5 pelabuhan besar," ungkapnya.

Dia menambahkan pengawasan saat ini sudah berjalan dan mampu mendeteksi sekitar 60%, meskipun tidak menampik akan membutuhkan waktu untuk mencapai 100%.

"Memang membutuhkan waktu untuk mencapai 100%, tetapi dari 60% itu saja kita sudah bisa menangkap data volume ekspor dan angka-angka riilnya secara presisi," ungkapnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Rosan mengatakan PT DSI tidak akan bertindak sebagai eksportir tunggal, melainkan sebagai agen penjual dan penyedia sistem pemantauan (monitoring system) transaksi ekspor komoditas strategis Indonesia.

Rosan menyebut eksportir asal Indonesia masih dapat bertransaksi langsung dengan pembeli (buyer) di luar negeri, terutama bagi mereka yang telah memiliki kontrak jangka panjang. 

Namun, keberadaan DSI memastikan penetapan harga (pricing) berjalan transparan dan sesuai dengan harga pasar.

"Penjualan segala macam bisa dilakukan secara penuh. Memang jika mereka sudah ada kontrak jangka panjang, silakan. Namun, jangka panjang biasanya pricing-nya belum ada. Nah, sekarang kita bisa pastikan harganya sesuai dengan harga pasar atau tidak, karena selama ini yang terjadi adalah penjualan di bawah harga indeks," ujar Rosan usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).

Dia menambahkan eksportir tidak perlu khawatir karena aktivitas pengiriman barang tetap dapat berjalan seperti biasa tanpa harus melalui satu saluran eksportir tunggal.

"Enggak, ekspor tetap bisa langsung, tetapi kita hanya sebagai agen penjual," tegasnya.

Meski saat ini masih dalam tahap evaluasi, Rosan mengungkapkan rencana jangka panjang DSI untuk bertransformasi menjadi agen penjual tunggal (sole sales agent). Fokus utamanya tetap pada pengawasan sistematis agar transaksi ekspor terdata secara akurat.

"Sekarang kita masih evaluasi ya. Nantinya next step kita adalah sebagai agen penjual tunggal. Akan tetapi, tetap, ekspor dan lain-lainnya bisa dilakukan antara eksportir dan pembeli," jelas Rosan.

Rosan menekankan tujuan utama dari penetapan peran DSI dan penguatan sistem pemantauan ini adalah demi menjaga potensi penerimaan negara dari sektor ekspor.

(smr/wdh)

No more pages