Logo Bloomberg Technoz

Danantara Akan Perluas Ekspor 1 Pintu via DSI, Susul Batu Bara Cs

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 August 2026 07:00

Batubara di atas tongkang dimuat ke truk di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Batubara di atas tongkang dimuat ke truk di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani memberikan sinyal akan memperluas komoditas ekspor yang diawasi oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI), menyusul batu bara, minyak sawit atau crude palm oil (CPO), dan  besi paduan atau ferro alloy.

"Nantinya pasti ada," ungkap Rosan kepada awak media usai konferensi pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dan Nota Keuangan di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (14/8/2026) malam.

Pernyataan tersebut mengindikasikan pemerintah tidak akan berhenti pada komoditas utama saja, melainkan akan terus menambah cakupan produk ekspor yang masuk dalam radar pengawasan PT DSI secara bertahap.


"Sekarang ini baru tiga komoditas utama dahulu karena nilainya paling besar. Kalau kita lihat dari batu bara kan US$30 miliar, CPO dan turunannya sekitar US$20—US$25 miliar, kemudian sisanya dari nikel," tuturnya.

CEO BPI Danantara dan Menves/BKPM, Rosan Perkasa Roeslani saat paparan Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Rosan menegaskan setelah sistem pengawasan pada tiga komoditas raksasa ini berjalan stabil dan efektif, PT DSI baru akan mengekspansi skema pemantauannya ke komoditas ekspor potensial lainnya.