Logo Bloomberg Technoz

Kala Rupiah Kembali Melemah Hampir Rp18.000/US$

Andrean Kristianto
29 September 2026 20:04

Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Rupiah menutup perdagangan pasar spot Selasa (29/9/2026) dengan stagnasi, berada di posisi yang sama dengan posisi penutupan kemarin di Rp17.975/US$.

Rupiah menutup perdagangan pasar spot Selasa (29/9/2026) dengan stagnasi, berada di posisi yang sama dengan posisi penutupan kemarin di Rp17.975/US$.

Rupiah terapresiasi 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya, yakni Rp 17.978 per dollar AS.

Rupiah terapresiasi 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya, yakni Rp 17.978 per dollar AS.

Pada pukul 10:15 WIB, Rupiah menyentuh level psikologis Rp18.000/US$ di perdagangan pasar spot. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pada pukul 10:15 WIB, Rupiah menyentuh level psikologis Rp18.000/US$ di perdagangan pasar spot. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ketika rupiah melemah, dampaknya dapat memengaruhi kondisi keuangan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ketika rupiah melemah, dampaknya dapat memengaruhi kondisi keuangan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Salah satu dampak yang paling cepat terlihat ketika rupiah melemah adalah kenaikan harga barang impor. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Salah satu dampak yang paling cepat terlihat ketika rupiah melemah adalah kenaikan harga barang impor. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Harga sejumlah bahan pangan ikut naik imbas dari pelemahan nilai tukar rupiah, salah satunya buah-buahan impor yang dijual di Indonesia.

Harga sejumlah bahan pangan ikut naik imbas dari pelemahan nilai tukar rupiah, salah satunya buah-buahan impor yang dijual di Indonesia.

Selain itu, pengusaha tahu juga ijut berimbas karena lonjakan harga kedelai impor. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain itu, pengusaha tahu juga ijut berimbas karena lonjakan harga kedelai impor. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga dapat mempengaruhi harga jual barang elektronik. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga dapat mempengaruhi harga jual barang elektronik. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Rupiah menutup perdagangan pasar spot Selasa (29/9/2026) dengan stagnasi, berada di posisi yang sama dengan posisi penutupan kemarin di Rp17.975/US$.
Rupiah terapresiasi 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya, yakni Rp 17.978 per dollar AS.
Pada pukul 10:15 WIB, Rupiah menyentuh level psikologis Rp18.000/US$ di perdagangan pasar spot. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ketika rupiah melemah, dampaknya dapat memengaruhi kondisi keuangan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Salah satu dampak yang paling cepat terlihat ketika rupiah melemah adalah kenaikan harga barang impor. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Harga sejumlah bahan pangan ikut naik imbas dari pelemahan nilai tukar rupiah, salah satunya buah-buahan impor yang dijual di Indonesia.
Selain itu, pengusaha tahu juga ijut berimbas karena lonjakan harga kedelai impor. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga dapat mempengaruhi harga jual barang elektronik. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan pasar spot Selasa (29/9/2026) dengan stagnasi, berada di posisi yang sama dengan posisi penutupan kemarin di level Rp17.975/US$.

Sepanjang perdagangan, volatilitas rupiah meninggi dipicu oleh tekanan eksternal dari kenaikan harga minyak mentah ke atas US$106/barel dan kenaikan yield US Treasury ke 5,21% yang menyebabkan aksi sell-off di pasar surat utang global, termasuk di pasar Surat Utang Negara (SUN). 

Pada pukul 10.15 WIB, rupiah menyentuh level psikologis Rp18.000/US$ di perdagangan pasar spot, saat tekanan eksternal kian persisten bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran akan inflasi akibat kenaikan harga minyak mentah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea menyebut bahwa pelemahan nilai tukar dipengaruhi oleh berlanjutnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal, sejalan dengan kenaikan harga minyak hingga di atas US$108 per barel di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz.

(dre/ros)