Kala Rupiah Kembali Melemah Hampir Rp18.000/US$
Andrean Kristianto
29 September 2026 20:04
Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan pasar spot Selasa (29/9/2026) dengan stagnasi, berada di posisi yang sama dengan posisi penutupan kemarin di level Rp17.975/US$.
Sepanjang perdagangan, volatilitas rupiah meninggi dipicu oleh tekanan eksternal dari kenaikan harga minyak mentah ke atas US$106/barel dan kenaikan yield US Treasury ke 5,21% yang menyebabkan aksi sell-off di pasar surat utang global, termasuk di pasar Surat Utang Negara (SUN).
Baca Juga
Pada pukul 10.15 WIB, rupiah menyentuh level psikologis Rp18.000/US$ di perdagangan pasar spot, saat tekanan eksternal kian persisten bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran akan inflasi akibat kenaikan harga minyak mentah.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea menyebut bahwa pelemahan nilai tukar dipengaruhi oleh berlanjutnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal, sejalan dengan kenaikan harga minyak hingga di atas US$108 per barel di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz.
(dre/ros)























