Logo Bloomberg Technoz

KOMODITAS TAMBANG

DMO Dicap Hambat Kelincahan Eksportir Batu Bara RI di Pasar Dunia

Sabrina Mulia Rhamadanty
29 September 2026 11:00

Tumpukan batu bara di fasilitas penyortiran dan penyimpanan dekat Pelabuhan Beilun di Ningbo, China./Bloomberg
Tumpukan batu bara di fasilitas penyortiran dan penyimpanan dekat Pelabuhan Beilun di Ningbo, China./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Indonesia Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo menilai kewajiban pemenuhan pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) yang disertai dengan batasan harga saat ini menghambat kelincahan eksportir batu bara Indonesia untuk berkompetisi di pasar global.

Walhasil, mereka pun kesulitan mengambil keuntungan tak terduga (windfall) dari meningkatnya harga batu bara global.

Menurut Singgih, penetapan harga DMO yang mendekati biaya produksi bahkan berpotensi merugi memaksa perusahaan tambang bergerak lebih dinamis dalam memperebutkan ceruk pasar ekspor.


“Dengan harga DMO yang bisa jadi at cost atau bahkan rugi, memang perusahaan harus dinamis mencari pasar ekspor. Jadi memang ada kaitan antara price cap DMO dan kelincahan ke pasar ekspor,” ungkap Singgih saat dihubungi Bloomberg Technoz, Selasa (30/9/2026). 

Batu bara dimuat ke kapal kargo di lepas pantai Muara Berau, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Dia memaparkan patokan harga DMO batu bara belum pernah mengalami revisi sejak 2018 senilai US$70/metrik ton (mt).