Berdasarkan data Bloomberg, penguatan IHSG di zona hijau tak lepas dari kenaikan sejumlah saham berbobot besar terhadap Indeks Komposit terutama saham BYAN, saham SRAJ, hingga saham MPRO yang menopang penuh hijaunya IHSG secara keseluruhan.
Saham Bayan Resources (BYAN) berhasil menguat 20% di level Rp14.400/saham. Sama potensial, saham Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) mencatatkan kenaikan 15,38% hingga ditutup di posisi Rp15.000/saham. Bersamaan dengan saham MPRO yang melejit hingga berada di posisi Rp14.150/saham.
Sepuluh saham yang menopang IHSG, melansir Bloomberg, Jumat (14/8/2026).
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang 39,33 poin
- PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menyumbang 9,5 poin
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menyumbang 7,3 poin
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyumbang 4,02 poin
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menyumbang 3,69 poin
- PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) menyumbang 3,52 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyumbang 3,28 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyumbang 2,97 poin
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyumbang 2,78 poin
- PT XLSMART Tbk (EXCL) menyumbang 2,18 poin
Saham LQ45 unggulan turut menopang laju IHSG sepanjang hari hingga ditutup di teritori positif, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melesat 7%, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melejit 4,51%. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menguat 4,14%, dan saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) meninggi 3,79%.
Menyusul saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 2,94%, saham PT Indosat Tbk (ISAT) terapresiasi 2,83%, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melaju dengan kenaikan 2,65%, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat 2,61%.
Analisis Teknikal IHSG
Riset Phintraco Sekuritas menyebut, secara teknikal, Stochastic RSI membentuk golden cross di pivot area, serta terjadi pelebaran histogram positif MACD. Sehingga IHSG diperkirakan menguji level 6.450–6.480 pada perdagangan Selasa (18/8/2026).
Sebelumnya, Phintraco menuturkan IHSG sempat tertahan di resistance 6.440 dengan stance market tetap dalam momentum recovery/positif.
“Resistance 1: 6.440 (target rebound jangka pendek), dan Resistance 2: 6.700,” analisis Phintraco Sekuritas, mengutip Jumat (14/8/2026) sebagai resistance kedua sebagai target selanjutnya IHSG.
Senada dengan arah teknikal tersebut, Panin Sekuritas menyematkan IHSG berhasil uji support 6.266 sampai dengan MA50 di level 6.275. Area ini menjadi critical level untuk pergerakan IHSG ke depannya.
“Jika IHSG berhasil bertahan di atas 6.266, maka berpotensi rebound menuju resistance 6.454,” terang Panin Sekuritas dalam catatan terbarunya.
Di sisi lain, support 6.000–6.029 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG jika tekanan terjadi kembali.
(fad)






























