AS Tarik Pasukan dari Irak Usai 2 Dekae, Buka Peluang bagi Iran
Redaksi
29 September 2026 21:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasukan AS dijadwalkan menarik diri dari pangkalan-pangkalan terakhir mereka di Irak paling lambat besok (30/9/2026). Langkah ini dirayakan sebagai kemenangan oleh Iran dan sekutu-sekutunya.
Penarikan pasukan tersebut telah disepakati pada 2024 di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden dan dieksekusi oleh pemerintahan Donald Trump, bahkan saat mereka melancarkan perang melawan Iran.
Iran, yang menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah memaksa pasukan AS keluar dari seluruh wilayah Timur Tengah, memandang penarikan pasukan AS dari Irak sebagai kemenangan bagi "poros perlawanan" (axis of resistance)—yakni kelompok-kelompok bersenjata sekutunya yang tersebar di kawasan tersebut.
"Keamanan yang langgeng akan tercipta di Irak [begitu AS meninggalkan negara dan kawasan tersebut]," ujar Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Amir Hayat Moqaddam, dilansir dari Reuters, Selasa (29/9/2026).
Iran "menyambut baik penarikan pasukan AS dari Irak dan pastinya akan mendukung langkah tersebut," ujarnya kepada kantor berita parlemen Iran. "Kelompok-kelompok perlawanan saat ini sedang melancarkan aksi, terkadang dengan menargetkan dan menghadapi pasukan Amerika."

































