Perbaikan tersebut terutama berasal dari pendapatan konstruksi pengerjaan ruas Tol Kediri-Tulungagung yang mencapai sekitar Rp465,72 miliar. Segmen infrastruktur GGRM mencakup proyek Bandara Dhoho dan jalan tol tersebut.
Di sisi bandara, GGRM sebelumnya menyampaikan upaya untuk meningkatkan aktivitas penerbangan di Bandara Dhoho. Dalam paparan publik pada September 2025 lalu, Istata mengatakan perseroan juga tengah memproses perizinan agar bandara tersebut dapat memperoleh kualifikasi internasional.
"Saat ini kami sedang berproses juga untuk memproses bandara ini sesuai dengan perizinan menjadi kualifikasi internasional, dan dari situ kita akan coba buat untuk menghidupkan bandara ini dalam beberapa tahun ke depan supaya dia tetap hidup dan bisa berkembang," kata Istata..
(roy)































