Oleh karenanya, pemerintah ingin memastikan sensus ekonomi yang saat ini dijalankan sampai akhir Agustus 2026, dan melibatkan 251 ribu petugas dapat berhasil.
Oleh karenanya, Ia meminta agar wakil-wakil rakyat dan seluruh rakyat Indonesia agar tidak hanya mengisi formulir sensus dengan sejujur-jujurnya, tapi juga mengajak semua orang untuk ikut mengisi dengan sejujur-jujurnya.
“Data yang dikumpulkan BPS dari sensus ekonomi tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi yang dilaporkan,” tegasnya
Sekadar catatan, BPS tengah mengadakan sensus ekonomi ke-5 yang akan mengadopsi pendekatan baru demi memotret transformasi dan struktur ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19, seperti perkembangan ekonomi digital yang banyak belum terekam data statistik.
Tahun ini, BPS menyiapkan anggaran Rp1,3 triliun untuk pelaksanaan sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali tersebut.
BPS melaksanakan tiga sensus besar dalam satu dekade, yakni Sensus Penduduk untuk tahun berakhiran 0, Sensus Pertanian pada tahun berakhiran 3, dan Sensus Ekonomi pada tahun berakhiran 6.
Tahun 2026 menjadi momentum pelaksanaan Sensus Ekonomi berikutnya untuk memotret kondisi terbaru dunia usaha di Indonesia untuk ke-5 kalinya setelah dilakukan pada 1986, 1996, 2006, dan 2016.
(ell)































