Logo Bloomberg Technoz

Prabowo: Sensus untuk Susun Kebijakan, Bukan Kejar Kekayaan

Dovana Hasiana
14 August 2026 16:40

Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, (14/08/2026). (YouTube Sekretariat Presiden)
Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, (14/08/2026). (YouTube Sekretariat Presiden)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa sensus ekonomi yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) digunakan untuk merefleksikan keadaan makroekonomi Indonesia.

Menurutnya, data dari sensus ekonomi akan digunakan supaya pemerintah bisa lebih tepat menyusun kebijakan dan anggaran. 

Ia mencontohkan apabila di dalam RAPBN (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2027, pemerintah mengasumsikan besar Produk Domestik Bruto (PDB)  mencapai Rp27.987 triliun rupiah, sementara pembiayaan mencapai  Rp671,2 triliun rupiah, maka defisit APBN tercatat sebesar 2,40% terhadap PDB.


“Tapi jika ternyata PDB kita lebih besar, yang banyak lembaga internasional mengatakan seperti itu, maka defisit kita akan jauh lebih kecil,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI k-1 Tahun Sidang 2026-2027 dan Penyampaian RUU APBN 2027, Jumat (14/8/2026).

Dengan demikian, Prabowo menyebut angka-angka APBN akan sangat tergantung pada angka makroekonomi, yang juga bergantung pada kualitas data yang dikumpulkan oleh BPS, sementara Indonesia masih belum melakukan pembaharuan data dalam 10 tahun terakhir.