Komitmen Prabowo Untuk Ciptakan Pasar Modal RI nan Kredibel
Dovana Hasiana
14 August 2026 16:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk menciptakan pasar modal Indonesia yang lebih kredibel. Caranya dengan menerapkan menegakkan sanksi bagi pelaku yang melanggar. Lainnya, dengan demutualisasi pasar modal.
Prabowo mengungkapkan demutualisasi pasar modal akan membawa pasar saham Indonesia ke standar dunia dan menjadikan pasar modal Indonesia jadi salah satu yang terbesar di dunia.
“Pasar modal yang bekerja dengan baik adalah masalah keadilan soal kesempatan perusahaan rintisan, pengusaha-pegusaha untuk naik kelas, menambah ekuitas modal, sehingga bisa membesarkan skala bisnis dan dampak usaha,” ungkap Prabowo Prabowo dalam Dalam Sidang Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, Jumat (14/8/2026).
Sebagai informasi, rencana demutualisasi BEI mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Regulasi tersebut membuka ruang bagi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menjadi pemegang saham Bursa Efek.
Sementara itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI pada Rabu (12/8/2026), agenda demutualisasi belum sampai pada tahap pengambilan keputusan. BEI baru menyampaikan perkembangan rencana tersebut kepada para pemegang saham.




























