Logo Bloomberg Technoz

RAPBN 2027: Belanja Tembus Rp4.097 Triliun, Defisit 2,4% dari PDB

Mis Fransiska Dewi
14 August 2026 15:43

Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, (14/08/2026). (YouTube Sekretariat Presiden)
Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, (14/08/2026). (YouTube Sekretariat Presiden)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menargetkan anggaran belanja negara mencapai Rp4.097 triliun pada 2027. Kendati demikian, eksekutif menetapkan postur yang lebih hati-hati dengan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2027 di level 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Angka ini berada di rentang atas kisaran yang ditetapkan 1,8%-2,4% saat awal penyusunan rencana anggaran negara 2027. Kendati demikian, lebih rendah dibanding target yang dipatok pada 2026 yakni 2,68%, bahkan diproyeksi bisa mencapai 2,94% jika harga minyak dunia terus melonjak sepanjang tahun ini. 

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 dan Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026).


Pemerintah menetapkan target pendapatan negara mencapai Rp3.426 triliun, meningkat dari target pada 2026 yang hanya Rp3.153 triliun. Sementara itu, belanja negara mencapai Rp4.097 triliun lebih tinggi dari APBN 2026 Rp3.842 triliun

“Defisit 2,4% terhadap PDB atau Rp671,2 triliun. Ini akan kita usahakan untuk kita tekan lebih kecil lagi. Kita memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnyanya bahkan cita-cita kita adalah anggaran yang berimbang,” ujar Prabowo dalam pidatonya.