"Kita juga harus belajar Rusia. Mereka kuat di bidang sains dan teknologi," katanya.
Menurutnya, kemampuan bahasa asing juga penting untuk mendukung sektor pariwisata serta meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia, termasuk di bidang keperawatan.
"Untuk pariwisata, perawat, caregiver, dan orang Indonesia dikenal ramah, ulet dan sopan. Karena itu tenaga kerja kita diharapkan bisa menjadi kompetitif di dunia untuk memperkuat ekonomi Indonesia," ujar Prabowo.
Layar Pintar untuk Sekolah
Pembelajaran bahasa asing, kata Prabowo, akan menggunakan teknologi melalui penyediaan layar pintar interaktif nantinya di sekolah.
"Kita bagikan layar pintar interaktif untuk semua sekolah. Tahun lalu satu layar tiap sekolah, Desember 31: tiga layar tiap sekolah," katanya.
Menurut Prabowo, keberadaan layar pintar tersebut memungkinkan guru dan siswa mengakses berbagai materi pembelajaran, termasuk kurikulum dan konten pendidikan dari dalam maupun luar negeri.
"Artinya tiap sekolah dapat layar pintar interaktif. Artinya guru-guru kita dimungkinkan punya akses terhadap kurikulum, konten, dan bidang apa pun di sekolah RI dan luar Indonesia," ujarnya.
Dia mengatakan teknologi tersebut juga memungkinkan siswa mengulang materi pelajaran secara mandiri, termasuk mengakses program pembelajaran dari rumah.
Pemerintah, lanjut Prabowo, juga akan membangun studio-studio pembelajaran terpusat yang diisi guru-guru terbaik. Melalui sistem tersebut, pembelajaran jarak jauh dapat disiarkan ke ribuan sekolah secara bersamaan.
"Kita akan membuat studio-studio terpusat, dengan guru-guru terbaik yang akan mengadakan siaran jarak jauh dan ribuan sekolah bisa akses, pelajaran apa pun termasuk bahasa asing mutlak harus kita kuasai," kata Prabowo.
(dec)


























