Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Melandai saat Kesepakatan Hormuz Masih Buntu

News
14 August 2026 07:40

Kapal tanker di Selat Hormuz. (Bloomberg)
Kapal tanker di Selat Hormuz. (Bloomberg)

Kanoko Matsuyama dan Mia Gindis - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak bertahan di zona penurunan ketika para pedagang memantau upaya kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Sementara itu, serangkaian serangan terhadap kapal tanker dan infrastruktur energi membuat pasar tetap berada dalam tekanan.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar US$81 per barel setelah merosot 2,4% pada sesi sebelumnya. Minyak mentah Brent ditutup di kisaran US$87 per barel pada Kamis (13/8). Iran dan Oman masih belum mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur air strategis tersebut, meskipun pada awal pekan muncul optimisme bahwa kesepakatan sudah semakin dekat.


Minyak mentah masih keluar dari kawasan Teluk Persia, sering kali menggunakan kapal tanker yang mematikan transpondernya. Namun, kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz masih menghadapi ancaman. Abu Dhabi National Oil Co, salah satu perusahaan yang paling berhasil mengangkut minyak keluar dari kawasan tersebut, mengatakan dua kapal lainnya diserang pada Kamis malam, menegaskan risiko yang masih dihadapi.

Di Laut Merah, kelompok Houthi yang didukung Iran mengatakan mereka menargetkan kilang Jazan milik Saudi Aramco, menyusul serangan sebelumnya yang menunda rencana pengoperasian kembali fasilitas tersebut. Harga minyak berpeluang mencatat kenaikan mingguan dan telah melonjak lebih dari 40% sepanjang tahun ini. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan tekanan pasokan akan semakin besar pada kuartal ini.