Logo Bloomberg Technoz

Hasil Sementara Ekshumasi Sutrimo: Kejanggalan Hingga Cek Racun

Dovana Hasiana
13 August 2026 13:20

Ilustrasi Polisi Bongkar Makam Sutrimo - eks Pegawai Febrie Adriansyah yang Mati Diracun (Diolah)
Ilustrasi Polisi Bongkar Makam Sutrimo - eks Pegawai Febrie Adriansyah yang Mati Diracun (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepolisian menggandeng sejumlah dokter dari rumah sakit dan universitas untuk melakukan pembongkaran makam atau ekshumasi jenazah Sutrimo di TPU Wlahar, Banyumas, Jawa Timur, Rabu (12/08/2026). Pusdokkes Polri dan Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI) melakukaan pembongkaran dan pemeriksaan jenazah selama 3,5 jam atau pukul 09.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

"Ekshumasi dilaksanakan sebagai bagian dari Scientific Crime Investigation melalui pendekatan multidisipliner berbasis bukti ilmiah untuk memperoleh keterangan medis dan bukti forensik yang dapat membantu membuat terang penyebab meninggalnya almarhum Sutrimo," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto dikutip, Kamis (13/08/2026).

"Dalam pelaksanaannya, tim telah melakukan pembongkaran makam, pemeriksaan luar jenazah, pemeriksaan dalam atau autopsi, serta pengambilan sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut."


Kematian Sutrimo menjadi sorotan karena adanya sejumlah kejanggalan mulai dari penemuan jenazah dalam kondisi mengeluarkan busa di depan Klinik Mordent pada 23 Juli 2026. Hingga dugaan kematian Sutrimo dengan pengusutan korupsi dan TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Sutrimo disebut sebagai salah satu pekerja di kediaman Febrie.

Masyarakat pun mendorong kepolisian untuk melanjutkan penyidikan meski keluarga kemudian telah memakamkan Sutrimo pada 26 Juli 2026. Polisi pun mengklaim status peristiwa tersebut sudah naik ke penyidikan dengan dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana.