Logo Bloomberg Technoz

PPN menjelaskan pendaftaran tahap prakualifikasi harus dilengkapi sejumlah dokumen, antara lain; profil perusahaan, formulir KYC, pakta integritas, statement letter, serta sedikitnya dua surat referensi perdagangan dari dua mitra usaha berbeda yang menunjukkan riwayat transaksi.

Peserta prakualifikasi tender juga diwajibkan menyampaikan formulir deklarasi ultimate beneficial owners (UBO), sanction declaration, dan bid bond sebesar US$1.017.934.

Selain itu, peserta prakualifikasi tender harus menyertakan contoh dokumen transaksi produk dan/atau LPG, seperti Bill of Lading, kontrak atau perjanjian, serta invoice.

Pengadaan Agustus 

Sejak awal bulan, PPN tercatat sudah beberapa kali membuka lelang pengadaan produk kilang.

Pada 3 Agustus 2026, PPN mengumumkan rencana tender secara spot bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin RON 92 untuk pengiriman Agustus 2026.

Kemudian, pada 4 Agustus 2026 PPN mengumumkan rencana pembelian secara spot BBM jenis bensin RON 90 untuk periode pengiriman Agustus 2026.

Subholding downstream Pertamina tersebut juga mengumumkan rencana pembelian secara spot avtur atau bahan bakar jet pada 3 Agustus 2026, untuk periode pengiriman September 2026.

Sekadar catatan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan impor LPG pada Januari—Februari 2026 mencapai 1,31 juta metrik ton atau setara 83,97% dari total kebutuhan sebanyak 1,56 juta metrik ton.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, produksi LPG domestik pada Januari—Februari 2026, atau periode sebelum perang Iran meletus pada 28 Februari, hanya sekitar 130.000 metrik ton.

Pada periode Januari hingga Februari 2026, kebutuhan LPG tercatat mencapai 26.000 metrik ton per hari.

“Dari grafik yang kami sampaikan terlihat bahwa produksi dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan sehingga impor LPG tetap mendominasi pasokan nasional,” kata Sekretaris Ditjen Migas Rizwi Jilanisaf Hisjam dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Berdasarkan asal negaranya, impor LPG yang dilakukan Indonesia sampai dengan April 2026 mayoritas didatangkan dari Amerika Serikat (AS), dengan porsi sebesar 68,91% dari total impor.

Posisi kedua, ditempati oleh Uni Emirat Arab (UEA) dengan porsi impor sebesar 11,83% dari total impor. Berikutnya, merupakan Arab Saudi dengan total impor sebesar 7,36% dari total impor.

Keempat, Qatar dengan porsi impor 5,21% dari total impor. Lalu, Australia dengan porsi impor 3,81% dari total impor. Selanjutnya, 2,61% impor LPG didatangkan dari Kuwait.

(azr/wdh)

No more pages