Logo Bloomberg Technoz

Investor masih terus mencermati perundingan antara AS dan Iran, meski kedua pihak yang bertikai ini masih memperkeras posisinya masing-masing. 

Pakistan—yang selama ini bertindak sebagai mediator—mengatakan proses perdamaian yang lebih luas telah terhenti, meskipun tenggat waktu untuk menyusun nota kesepahaman AS-Iran masih dapat diperpanjang.

Meski begitu, sebagian besar mata uang Asia di pasar yang sudah buka, pagi ini bergerak di zona hijau. Baht Thailand menguat paling tajam 0,23%, disusul won Korea Selatan 0,21%. Sementara, yen Jepang dan yuan offshore menguat lebih terbatas. 

Rupiah dan mata uang Asia (Bloomberg)

Selain harga minyak mentah yang sedikit melandai dan meredanya ekspektasi langkah hawkish bank sentral AS, penguatan sebagian mata uang kawasan, termasuk rupiah, juga ditopang oleh indeks dolar AS yang sedikit terpangkas 0,08% ke 99,94. 

Dari domestik, investor akan mencermati nama-nama yang akan mengisi pos dalam otoritas moneter Indonesia, setelah kepastian bahwa pos Gubernur Bank Indonesia (BI) akan diisi oleh Destry Damayanti. 

Dua nama yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi pos Deputi Gubernur adalah Solikin M Juhro dan M Anwar Bashori. Hanya salah satu yang terpilih akan menggantikan Aida S Budiman yang diusulkan untuk menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. 

“Dua nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yaitu satu Bapak Solikin M. Juhro dan yang kedua adalah Bapak M. Anwar Bashori,” ungkap Puan Maharani, Ketua DPR, Rabu (12/08/2026).

Pekan depan, DPR akan memproses ketiga kandidat ini untuk melaksanakan uji kelayakan dan kepatuhan, sesuai mekanisme yang berlaku.  

Pergantian kepemimpinan di tubuh BI akan jadi katalis bagi pasar keuangan domestik. Pasar tak cuma melihat siapa yang terpilih, tetapi juga membaca kombinasi antara Gubernur BI dan Deputi gubernur yang nantinya akan menentukan arah kebijakan moneter. 

Kendati demikian, penguatan rupiah diproyeksikan tak berjalan mulus. Sebab, harga minyak tetap jadi risiko utama dari sisi eksternal. Meski harga minyak Brent turun, ke sekitar US$88/barel, tapi pasar global masih menghadapi defisit pasokan. 

Jika konflik AS-Iran memanas lagi, atau bahkan pembukaan Selat Hormuz tertunda dengan kembali gagalnya perundingan AS-Iran, harga minyak kembali berpotensi melonjak, dan menghapus potensi penguatan rupiah lebih lanjut. 

Dengan begitu, rupiah diperkirakan masih berpotensi menguat, namun dalam rentang yang sangat terbatas, di kisaran Rp17.840-17.900/US$.

Analisis Teknikal

Secara teknikal, nilai tukar rupiah sejatinya ada peluang menguat hari ini. Mata uang Ibu Pertiwi berpotensi menguat ke resistance terdekat di Rp17.840/US$. Resistance potensial selanjutnya bisa ke Rp17.800/US$ usai penembusan trendline sebelumnya.

Analisis Teknikal Rupiah Kamis 13 Agustus 2026 (Sumber: Bloomberg)

Rupiah juga memiliki level Rp17.700/US$ sebagai target acuan paling optimistis hari ini.

Namun jika nilai tukar rupiah justru melemah, maka level support terdekat adalah Rp17.900/US$. Penembusan di titk ini memberi konfirmasi bahwa support selanjutnya adalah Rp17.950-18.000/US$.

--- dengan kontribusi laporan Dovana Hasiana

(riset/aji)

No more pages