Logo Bloomberg Technoz

“Kejutan besarnya adalah tidak ada kejutan, semua data sesuai dengan ekspektasi pasar. Laju inflasi tidak terakselerasi. Ditambah dengan pasar tenaga kerja yang lemah, ini memberi waktu bagi The Fed (Federal Reserve, bank sentral AS) untuk menunggu,” sebut Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer di Northlight Asset Management dalam catatannya, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Data ini sepertinya bakal makin meyakinkan The Fed untuk tidak tergesa-gesa menaikkan suku bunga acuan. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4% pada rapat September adalah 40,1%. Turun dibandingkan posisi kemarin yaitu 48,1% dan seminggu lalu di 54,4%.

Probabilitas Federal Funds Rate September 2026 (Sumber: CME FedWatch)

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi gerak harga emas untuk hari ini, Kamis (13/8/2026)? Apakah bisa naik lagi atau masuk jalur koreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 68. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namuh indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli (overbought).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas kemungkinan bisa turun. Cermati pivot point di US$ 4.388/troy ons.

Dari situ, ada risiko harga emas bakal menguji support US$ 4.351/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di rentang US$ 4.340-4.324/troy ons.

Support terjauh ada di US$ 4.253/troy ons.

Andai harga emas masih bisa naik, maka US$ 4.418/troy ons rasanya bisa menjadi target resisten terdekat. Penembusan di titik itu berpotensi mengangkat harga ke kisaran US$ 4.436-4.467/troy ons.

Target paling optimistis ada di US$ 4.498/troy ons.

(aji)

No more pages