Logo Bloomberg Technoz

IEA Proyeksi Permintaan Minyak Dunia Turun 1,6 Juta Barel/Hari

Sabrina Mulia Rhamadanty
12 August 2026 18:00

Tanker di Selat Hormuz. (Bloomberg)
Tanker di Selat Hormuz. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak dunia akan merosot lebih dalam dari perkiraan sebelumnya pada tahun ini. Tekanan terhadap permintaan global tersebut memburuk seiring dengan eskalasi dampak penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung.

Dalam laporan terbarunya yang dirilis pada Rabu (12/8/2026), IEA memprediksi permintaan minyak akan turun sebesar 1,6 juta barel per hari atau million barrels per day (mbd) pada tahun ini.

"Permintaan minyak dunia diperkirakan akan turun sebesar 1,6 juta barel per hari. Angka koreksi tersebut jauh lebih dalam dibandingkan dengan estimasi pada Juli 2026 dengan perkiraan penurunan hanya sebesar 510.000 barel per hari,” ungkap laporan tersebut.


IEA menjelaskan bahwa penutupan jalur maritim strategis di Selat Hormuz dan tingginya harga bahan bakar menjadi pemicu utama yang mengikis tingkat konsumsi minyak masyarakat global secara drastis.

Di sisi lain, konflik geopolitik yang menyelimuti kawasan perairan tersebut belum menunjukkan titik terang. Negosiasi diplomatik antara Washington dan Teheran untuk membuka kembali jalur distribusi vital itu masih tertahan karena kedua pihak terus saling melempar tuntutan secara terbuka.