“PTFI menyesuaikan jadwal pengiriman dan melakukan persiapan untuk mempercepat pengoperasian kembali smelter greenfield baru yang 100% dimiliki dan dioperasikan oleh PTFI menjadi akhir Agustus, dari sebelumnya diperkirakan kembali beroperasi pada akhir kuartal III,” tega Hayes.
Adapun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bakal menelusuri informasi smelter Freeport di Mayar, Gresik mengalami kebocoran boiler pada akhir pekan lalu.
“Saya cek dulu ya,” ujar Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (11/8/2026).
Ditemui di lokasi yang sama, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengklaim belum mendapatkan informasi ihwal smelter PT Smelting rusak.
“Belum, belum [mendapakatkan informasi ihwal kerusakan smelter PT Smelting milik PTFI,” kata Tri di lokasi yang sama.
Sebelumnya, Mitsubishi Materials mengonfirmasi operasi di fasilitas tersebut saat ini memang sedang ditangguhkan setelah terjadi gangguan pada 8 Agustus.
Untuk diketahui, smelter pertama milik Freeport yakni PT Smelting ini dibangun pada 1996. Fasilitas tersebut dimiliki sebesar 66% oleh PTFI dan 34% oleh operator Mitsubishi Materials Corporation. PT Smelting terletak di Gresik, Jawa Timur dan menjadi smelter tembaga pertama di Tanah Air.
PT Smelting disebut mampu mengolah 1.00.000 ton konsentrat tembaga menjadi 300.000 ton katoda tembaga setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan produksi di dalam maupun luar negeri.
Sekadar catatan, pada tahun ini Freeport menargetkan volume produksi emas sebanyak 700.000 atau setara sekitar 21 ton. Sementara itu, produksi tembaga tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 800 juta pon.
(azr/wdh)






























