Logo Bloomberg Technoz

Modal Lebih kuat, Lelang Sukuk Berpeluang Banjir Penawaran

Redaksi
11 August 2026 08:52

Ilustrasi surat utang syariah (Dok. Ist)
Ilustrasi surat utang syariah (Dok. Ist)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah dijadwalkan kembali melakukan lelang Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) alias sukuk hari ini (11/8/2026), dengan target indikatif Rp10 triliun. 

Lelang kali ini diperkirakan punya modal lebih kuat dibandingkan dua pekan sebelumnya. Pada lelang 28 Juli, respons pasar dalam lelang sukuk terlihat mendingin. Kala itu, total penawaran yang masuk dalam lelang turun sebesar Rp7,59 triliun atau 23,37% menjadi Rp24,88 triliun, dari Rp32,47 triliun pada lelang sebelumnya (14/7).

Namun, modal dalam lelang hari ini cukup kuat. Pertama, penguatan rupiah ke kisaran Rp17.762/US$ dapat jadi modal kuat bagi posisi tawar aset rupiah. Bagi investor asing, rupiah dalam posisi lebih kuat berarti risiko currency loss jadi lebih kecil. Sedangkan, bagi investor domestik, stabilitas nilai tukar mengurangi kekhawatiran terhadap kemungkinan BI kembali memperketat kebijakan moneter.


Kedua, adanya sentimen positif di pasar setelah Destry Damayanti ditetapkan sebagai kandidat tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI), berpotensi meningkatkan minat investor terhadap surat utang pemerintah. Ketiga, suku bunga acuan BI relatif stabil di 5,75%, masih cukup menarik bagi investor. 

Pada lelang sebelumnya, minat investor cukup kuat pada tenor menengah dan panjang, lantaran ketidakpastian jangka pendek saat itu masih cukup tinggi, investor cenderung menghindari tenor-tenor pendek.