Adapun indeks LQ45 yang berisikan saham–saham big caps turut menjadi pendorong pelemahan IHSG dengan penurunan 0,96% di posisi 634,12.
Sejumlah saham LQ45 yang menjadi penyebab Indeks Komposit di zona merah, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) amblas 4,05%, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) drop 3,63%, dan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) jatuh 3,33%.
Senada, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terpeleset 3,32%, saham PT Indosat Tbk (ISAT) tergelincir 3,23%, dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melemah 2,83% juga menjadi pemberat IHSG.
Rupiah Tren Positif, Ditutup Menguat 0,72%
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini di pasar spot, berhasil ditutup menguat.
Data real time Bloomberg menunjukkan, rupiah berhasil ditutup menguat 0,72% di posisi Rp17.762/US$ pada penutupan pasar spot, berhasil melanjutkan tren penguatan dalam empat hari berturut–turut.
Penguatan rupiah berhasil tercatat mencapai 0,72% sampai tutup pasar. Terlebih lagi, rupiah menutup hari dengan penguatan paling tajam di antara mata uang Asia.
Rupiah berhasil menguat hingga memimpin dan juara 1 di Asia, yang kemudian disusul oleh peso Filipina, dolar Taiwan, baht Thailand, dan yuan China.
Sentimen positif datang dari pengajuan Destry Damayanti sebagai Calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Pasar berhasil mendapat kejelasan mengenai suksesi nomor 1 di Bank Sentral.
Adapun Destry Damayanti bukan figur baru di BI, dan merupakan Deputi Gubernur Senior BI yang menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI setelah Perry Wajiyo mengundurkan diri.
Penunjukkan Destry sebagai calon tunggal mengurangi risiko terjadinya perubahan kebijakan secara tiba-tiba, terutama di tengah kondisi rupiah yang masih menghadapi tekanan eksternal, ketidakpastian geopolitik, serta dinamika suku bunga global.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ihwal daftar nama Calon Pejabat Bank Indonesia yang baru untuk menggantikan Perry Warjiyo. Kepala Negara mengajukan calon tunggal Gubernur BI yaitu Destry Damayanti; deputi senior yang saat ini mengampu Pejabat Sementara Gubernur Bank Sentral.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, DPR akan segera mengumumkan nama calon tersebut untuk kemudian menjalankan proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
“Hari ini atas petunjuk Presiden [Prabowo Subianto], secara resmi kami diutus dan ditugaskan menyerahkan beberapa surat presiden ke DPR. Kalau namanya tunggal satu nama yaitu Ibu Destry,” papar Prasetyo Hadi dalam Konferensi Pers di Kompleks Parlemen, Senin (10/8/2026).
(fad/wep)




























