Unitree Robotics didirikan pada 2016 oleh Wang Xingxing dan berbasis di Hangzhou, Zhejiang. Perusahaan awalnya dikenal melalui robot berkaki empat sebelum mengembangkan robot humanoid. Lini humanoid Unitree mencakup G1, H1 dan R1. Produk tersebut dirancang untuk berbagai penggunaan, mulai dari penelitian dan pendidikan hingga aplikasi konsumen dan pengembangan AI.
Unitree menjadi salah satu perusahaan robot humanoid dengan strategi harga dan produksi yang agresif. Reuters menyebut perusahaan mencatat pendapatan 1,7 miliar yuan pada 2025, dengan bisnis humanoid menghasilkan sekitar 867,8 juta yuan. Pada Agustus 2026, Unitree juga menjadi produsen robot humanoid pertama yang melantai di pasar saham China daratan.
3. UBTECH Robotics
UBTECH Robotics didirikan pada Maret 2012 dan berbasis di Shenzhen. Perusahaan mengembangkan teknologi robot humanoid serta robot layanan pintar. UBTECH memiliki teknologi full-stack yang mencakup perencanaan dan kontrol gerak, aktuator servo, kecerdasan buatan, computer vision, SLAM, interaksi manusia-robot serta sistem operasi robot.
Produk yang paling dikenal di segmen industri adalah seri Walker. Walker S dikembangkan untuk lingkungan manufaktur, termasuk pabrik otomotif. UBTECH mulai memproduksi dan mengirimkan Walker S2 secara massal pada November 2025.
Walker S2 juga membawa fitur yang dirancang untuk operasi berkelanjutan, termasuk sistem penggantian baterai otomatis. UBTECH menyebut robot tersebut dapat mengganti baterainya secara mandiri dalam sekitar tiga menit.
UBTECH tercatat di Bursa Hong Kong pada Desember 2023 dengan kode saham 9880.HK dan menjadi perusahaan robot humanoid pertama yang tercatat di bursa tersebut.
4. Leju Robotics
Leju Robotics merupakan perusahaan asal Shenzhen yang didirikan pada 2016. Perusahaan memposisikan diri sebagai pengembang teknologi untuk industrialisasi robot humanoid.
Produk utamanya mencakup seri KUAVO, termasuk KUAVO 4Pro dan KUAVO 5. Menurut situs resminya, robot Leju digunakan dalam berbagai skenario, mulai dari penelitian, layanan bisnis hingga manufaktur industri. Leju juga menyediakan platform robot humanoid untuk riset dan pengembangan, serta mengembangkan aplikasi untuk industri otomotif, elektronik 3C dan logistik.
5. EngineAI
EngineAI merupakan perusahaan asal Shenzhen yang berfokus pada embodied intelligence dan robot humanoid general-purpose. Perusahaan memiliki sejumlah produk, termasuk PM01 dan T800. PM01 diposisikan sebagai robot embodied intelligent agent yang ringan dan dinamis, sementara T800 merupakan robot humanoid ukuran penuh yang ditujukan untuk penggunaan yang lebih luas.
Menurut situs resmi EngineAI, T800 memiliki tinggi sekitar 173 sentimeter, 29 derajat kebebasan atau degrees of freedom tanpa menghitung tangan, serta torsi sendi maksimum hingga 450 Nm. EngineAI juga mulai memperbesar kapasitas produksinya. Pada Mei 2026, perusahaan membuka fasilitas manufaktur di Shenzhen yang disebut memiliki kemampuan pengiriman hingga 10.000 unit.
6. Fourier Intelligence
Fourier Intelligence berbasis di Singapura dan mengembangkan teknologi robotika dengan fokus pada bidang kesehatan, rehabilitasi dan robot humanoid. Salah satu produk terbarunya adalah GR-3, yang oleh Fourier disebut sebagai Care-bot humanoid ukuran penuh. Robot tersebut dirancang untuk interaksi manusia dan skenario pendampingan, dengan fokus pada keamanan, interaksi emosional dan layanan.
Menurut spesifikasi resmi Fourier, GR-3 memiliki tinggi 165 sentimeter, berat 71 kilogram dan 55 derajat kebebasan. Robot tersebut dilengkapi sistem interaksi multimodal yang menggabungkan pendengaran, penglihatan dan sentuhan.
Persaingan Mulai Bergeser ke Komersialisasi
Dominasi keenam perusahaan China tersebut menunjukkan bahwa persaingan robot humanoid tidak lagi hanya mengenai kemampuan melakukan aksi yang terlihat spektakuler. Kemampuan memproduksi robot dalam jumlah besar dan mengirimkannya ke pengguna menjadi semakin penting.
Omdia menilai AgiBot, Unitree, UBTECH, Figure AI dan Tesla sebagai pemain papan atas dari sisi daya saing produk. Namun, data pengiriman menunjukkan perusahaan China masih memiliki keunggulan besar dalam volume produksi.
Persaingan berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengubah robot yang telah diproduksi menjadi mesin yang benar-benar produktif di dunia nyata. Semakin banyak robot yang bekerja, semakin besar pula data yang dapat dikumpulkan untuk meningkatkan kemampuan AI dan membuka lebih banyak aplikasi.
Dengan demikian, pertarungan industri robot humanoid kini mulai bergeser dari siapa yang mampu membuat robot berjalan atau melakukan aksi spektakuler menjadi siapa yang mampu memproduksi, menjual, memasang, dan mengoperasikan robot tersebut secara ekonomis dalam skala besar.




























