Negara-negara bagian tersebut menyatakan bahwa kesepakatan itu akan merugikan bisnis film karena Ellison akan memiliki terlalu banyak kendali dan mengurangi jumlah produksi, yang berpotensi membuat orang kehilangan pekerjaan. Merger tersebut akan menempatkan dua studio film tertua dan terbesar di Hollywood, Paramount dan Warner Bros., di bawah satu perusahaan. Persidangan dijadwalkan berlangsung pada Maret.
Merger tersebut telah memecah industri bioskop. AMC dan Regal pada pekan lalu menyatakan dukungan mereka terhadap Ellison. CEO AMC Adam Aron menerbitkan opini di media industri Hollywood Variety, sementara CEO Regal Eduardo Acuna dalam pernyataan terpisah mengatakan bahwa perselisihan hukum yang berkepanjangan akan buruk bagi bisnis film. Cinema United, kelompok lobi yang mewakili jaringan bioskop besar maupun kecil, masih menentang kesepakatan tersebut. Ellison dan orang-orang terdekatnya telah berbicara dengan jaringan bioskop selama berbulan-bulan untuk mendapatkan dukungan mereka.
Ellison, yang sejak muda merupakan penggemar film sebelum kemudian menjadi produser film, telah beberapa kali menegaskan bahwa ia berencana meningkatkan jumlah produksi studio dan mendukung jaringan bioskop. “Kesepakatan Paramount-Warner dimulai dari film,” tulisnya dalam opini terbaru di New York Times. “Saya mencintai film sejak cukup besar untuk bisa duduk diam menontonnya, dan adegan-adegan dari film telah membentuk diri saya.”
Banyak serikat pekerja Hollywood, produser, pekerja industri, dan pengacara bersikap skeptis. Ketika Walt Disney Co. mengakuisisi studio 20th Century Fox, perusahaan tersebut juga berjanji akan mempertahankan jumlah produksi film. Namun, produksi gabungan justru menurun.
Paramount meminjam hampir US$50 miliar untuk membeli perusahaan yang jauh lebih besar dan perlu menemukan penghematan biaya hingga miliaran dolar untuk membayar utangnya.
Ellison awalnya yakin kesepakatannya akan rampung pada akhir September, tetapi kini dia menghadapi gugatan dari sejumlah negara bagian, serta gugatan dari Writers Guild of America. Saat persidangan dimulai pada Maret, Paramount akan berutang lebih dari US$1 miliar kepada Warner Bros. dalam bentuk biaya keterlambatan akibat penundaan tersebut. Ellison telah berupaya mengubah opini publik dengan menggalang dukungan dari sejumlah sekutu, termasuk superagen Hollywood Ari Emanuel, yang juga menerbitkan opini untuk mendukung kesepakatan tersebut.
(bbn)




























