Logo Bloomberg Technoz

Senat AS Sahkan RUU Sanksi Rusia, Sasar Pembeli Migas Kremlin

News
08 August 2026 12:00

Kawyawan melintasi salju melewati menara pemecah minyak bumi di kilang minyak Lukoil-Nizhegorodnefteorgsintez di Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov
Kawyawan melintasi salju melewati menara pemecah minyak bumi di kilang minyak Lukoil-Nizhegorodnefteorgsintez di Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov

Steven T Dennis - Bloomberg News

Bloomberg, Senat AS mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) sanksi baru yang komprehensif terhadap Rusia. RUU ini mengizinkan penerapan tarif hukuman bagi China, India, serta pembeli utama minyak dan gas Rusia lainnya, sekaligus memperpanjang sanksi terhadap Iran.

RUU yang diperjuangkan oleh mendiang Senator Lindsey Graham ini mendapat dukungan bipartisan dan akhirnya disahkan dengan perolehan suara 86 lawan 11. Graham, anggota Partai Republik dari South Carolina, meninggal dunia bulan lalu tak lama setelah kembali dari kunjungannya ke Ukraina.


"RUU ini menyerang Putin di titik yang paling menyakitkan," ujar Senator Darline Graham—yang ditunjuk untuk mengisi kursi mendiang saudaranya—mengenai Presiden Rusia tersebut sesaat sebelum pemungutan suara.

Cakupan RUU ini telah dipersempit secara drastis dari versi yang dirancang tahun lalu guna mendapatkan dukungan Presiden Donald Trump, yang menghentikan sebagian besar bantuan langsung ke Ukraina dan lebih memilih menjual senjata ke negara tersebut—seringkali dibiayai oleh sekutu-sekutu Eropa AS.