JP Morgan menaikkan rekomendasi saham Bank BRI menjadi overweight (OW) dengan target harga Rp3.400 per saham yang diperoleh berdasarkan metode two-stage Dividend Discount Model (DDM).
“Saat ini, saham BBRI diperdagangkan pada valuasi 7,3x P/E 2026 dan 1,31x P/B 2026, atau di rentang 2,2–2,6 standar deviasi di bawah rata-rata historis 5 tahun dan 10 tahun,” papar JP Morgan, mengutip Jumat (7/8/2026).
Terlebih lagi, di antara bank-bank BUMN berkapitalisasi besar, valuasi BBRI tercatat lebih murah dibanding Bank Mandiri (BMRI) dan Bank BNI (BBNI) berdasarkan rasio P/E maupun P/BV historis 5 tahun dan 10 tahun.
Jauh lebih optimistis, Autonomous Research dengan analis Ivan Ng turut menuturkan hal serupa, mempertahankan rating outperform dengan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp4.000 per saham.
Selanjutnya rekomendasi datang dari Verdhana Sekuritas Indonesia, analis Erwin Wijaya. Dalam 12 bulan ke depan, Verdhana Sekuritas menyematkan target harga saham BBRI dapat mencapai Rp4.500/saham.
Adapun berdasarkan konsensus Bloomberg yang melibatkan 35 analis, 26 di antaranya menyematkan rekomendasi buy/ beli saham BBRI. Sedang ada 8 yang memberi rekomendasi tahan (hold) dan hanya satu yang menyarankan jual.
Konsensus pasar menghasilkan target harga saham BBRI dalam 12 bulan ke depan adalah Rp3.660/saham. Artinya ada potensi keuntungan hingga 17% point–to–point.
(fad)




























