Logo Bloomberg Technoz

Bambang juga menyatakan bakal terdapat peraturan presiden (perpres) yang mengatur penyerapan timah dari tambang rakyat tersebut.

Saat ini, kata dia, pembelian timah tersebut dilakukan dengan mengacu harga yang diajukan PT Timah. Nantinya, pembelian timah masyarakat tersebut bakal mengacu formulas harga patokan mineral (HPM).

Dia menambahkan tambang masyarakat tersebut terdiri dari koperasi, mitra PT timah, hingga kelompok masyarakat.

“Kalau sekarang ini kan harga yang dipakai itu kan harga yang ditetapkan oleh PT Timah, tetapi kami ada menginisiasi yang namanya HPM. Cuma itu lagi dalam pembahasan kabarnya sudah sampai di BPKP untuk mengevaluasi dan mengasesmen,” tutur dia.

“Nanti kalau sudah telaah dan asesmen dari BPKP sudah ada, itu bisa segera ditetapkan oleh Kementerian ESDM,” tegas Bambang.

Adapun, sepanjang semester I-2026 TINS memproduksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn atau naik 75% dari periode yang sama tahun lalu.

Produksi logam timah perseroan juga meningkat menjadi 10.865 metrik ton, sementara penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton.

Peningkatan produksi tersebut ditopang optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi di sejumlah area produksi, meliputi Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), serta tambang darat kemitraan.

Perseroan juga meningkatkan kegiatan eksplorasi, mengoptimalkan fasilitas pengolahan, dan memperkuat pengawasan wilayah izin usaha pertambangan untuk mendukung kegiatan operasional.

Adapun, TINS mengungkapkan cadangan bijih timah perseroan mencapai 300.000 ton atau dapat tahan untuk ditambah selama 10—15 tahun.

Direktur Produksi & Komersial TINS Ilhamsyah Mahendra menjelaskan sumber daya timah perseroan saat ini berada di sekitar 800.000 ton, sedangkan cadangan timah berada di sekitar 300.000 ton.

“Saya pikir angka-angka tersebut hanya cukup untuk 10—15 tahun. Kami membutuhkan jauh lebih banyak deposit untuk 100 tahun ke depan,” kata Ilhamsyah dalam Indonesia Critical Mineral Conference, Rabu (3/6/2026).

Ilhamsyah mengungkapkan perseroan sedang menggencarkan eksplorasi, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi geografis dan grain counting untuk meningkatkan akurasi dan mempercepat eksplorasi.

Selain eksplorasi, Ilhamsyah menyatakan aktivitas pertambangan perseroan juga dilakukan perbaikan agar tingkat produktivitas tambang meningkat.

Begitu juga pada pabrik pengolahan atau smelter perseroan, Ilhamsyah menyatakan perseroan telah menggunakan teknologi yang mampu mengolah bijih timah berkadar rendah dengan penggunaan energi yang lebih sedikit dan waktu yang lebih singkat.

“Jadi, hal itu dapat menjaga daya saing kami di pasar. Dan juga, untuk aspek keberlanjutan, saya rasa kami mengadopsi banyak aspek dalam Responsible Mineral Initiative [RMI]. Selain itu, kami secara konsisten melaporkan kepada GRI terkait transparansi aktivitas sosial dan ESG kami,” tuturnya.

(azr/wdh)

No more pages