Logo Bloomberg Technoz

Aset Industri Keuangan Syariah RI 2025 Tumbuh 8,5% Jadi Rp3.131 T

Redaksi
07 August 2026 08:00

Ilustrasi Ekonomi Syariah & Kreativitas (Envato)
Ilustrasi Ekonomi Syariah & Kreativitas (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total aset industri keuangan syariah nasional pada 2025 tercatat mencapai Rp3.131,02 triliun atau tumbuh 8,56% secara tahunan (year on year/yoy), sekaligus menjadi nilai aset tertinggi sepanjang sejarah.

Hal ini tercantum dalam Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) Tahun 2025 yang memiliki tema “Penguatan Daya Saing Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional”. Laporan tersebut diterbitkan oleh OJK baru-baru ini.

"Dari jumlah tersebut, aset perbankan syariah sebesar Rp1.067,73 triliun atau tumbuh 8,92%. Sementara itu, total aset pasar modal syariah di luar kapitalisasi saham syariah mencapai Rp1.875,25 triliun atau tumbuh 8,18%," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (7/8/2026).


Selanjutnya, pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah, aset Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) tercatat sebesar Rp74,27 triliun atau tumbuh 10,59%. Sementara itu, aset sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) mencapai Rp124,51 triliun atau tumbuh 10,29%.

Friderica Widyasari Dewi menilai industri keuangan syariah nasional terus bergerak ke arah yang lebih baik seiring implementasi berbagai arah kebijakan yang telah ditetapkan OJK bersama para pemangku kepentingan.