Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Menguat di Rp17.918/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 August 2026 16:11

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Kamis (6/8/2026) dengan menyisakan penguatan 0,07% di posisi Rp17.918/US$. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terkuatnya sejak 23 Juli di Rp17.900/US$ pada 09:24 WIB. 

Penguatan rupiah didukung oleh sejumlah sentimen domestik, serta meredanya ketegangan di Timur Tengah yang membuat tekanan eksternal berkurang. 

Harga minyak mentah relatif stabil di US$79/barel, sementara indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama relatif stabil dan berada di 99,76. 

Pergerakan rupiah dalam tiga hari terakhir, hingga Kamis sore (6/8/2026). (Bloomberg)

Meski begitu, kombinasi ini membawa pengaruh berbeda pada mata uang Asia. Sebagian menguat, dan sebagian lainnya melemah. 

Won Korea Selatan berbalik arah dan menjadi yang terlemah di Benua Kuning. Di atasnya ada dolar Singapura, peso Filipina, rupee India, yen Jepang, dan yuan offshore. Sementara, baht Thailand menguat bersama dolar Taiwan, rupiah, dan ringgit Malaysia. 

Pergerakan mata uang Asia. (Bloomberg)