Logo Bloomberg Technoz

Disamping meredanya tekanan eksternal, sejumlah data ekonomi turut menopang posisi rupiah bertahan di zona hijau. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,29% secara tahunan, meski melambat, angka ini lebih tinggi dari proyeksi dalam konsensus ekonom dan analis di 5,1%. Sehingga pasar menilai ekonomi Indonesia relatif tangguh dari perkiraan. 

Sementara, inflasi Juli juga tercatat melandai 2,88% berada dalam rentang target Bank Indonesia (BI), dan membuat pasar berekspektasi bahwa BI tidak akan buru-buru kembali mengambil langkah hawkish yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi. 

Selain itu, di pasar obligasi domestik terjadi penurunan yield pada hampir semua tenor. Aksi beli yang dilakukan investor di pasar obligasi ini juga menopang rupiah hari ini.

Meski rupiah kembali menguat ke level terbaiknya dalam hampir dua pekan, pelaku pasar belum sepenuhnya mengubah sikap jadi lebih agresif.

Investor juga sepertinya masih menanti konfirmasi dari data-data domestik berikutnya seperti cadangan devisa, dan perkembangan global dari kesepakatan AS-Iran, untuk memastikan apakah penguatan rupiah punya berkelanjutan atau hanya sementara.  

(dsp/aji)

No more pages