Logo Bloomberg Technoz

AS Cabut Sanksi untuk Ethiopia dan Militer Eritrea

News
20 September 2026 18:30

Bendera Ethiopia. (Photo By recstockfootage via Envato)
Bendera Ethiopia. (Photo By recstockfootage via Envato)

Janice Kew - Bloomberg News

Bloomberg, Amerika Serikat (AS) membiarkan berakhirnya status darurat nasional yang berlaku selama lima tahun terkait konflik dan krisis kemanusiaan di Ethiopia berakhir. Hal ini membuat sanksi terhadap militer Eritrea, partai berkuasa, serta individu dan entitas lain yang menjadi sasaran kebijakan tersebut menjadi dicabut.

Keadaan darurat nasional, yang diumumkan pada September 2021 oleh Presiden Joe Biden, berakhir pada 18 September, menurut Kantor Pengendalian Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS. Langkah tersebut telah memfasilitasi sanksi terhadap entitas dan individu tertentu yang menurut Washington mengancam perdamaian dan stabilitas di Ethiopia, menghalangi bantuan kemanusiaan, atau melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius.


OFAC kini telah menghapus semua individu dan entitas yang dikenai sanksi berdasarkan perintah eksekutif tersebut dari daftar “Specially Designated Nationals” (SDN), menurut pembaruan di situs webnya. Di antaranya adalah Angkatan Bersenjata Eritrea, Partai Front Rakyat untuk Demokrasi dan Keadilan (FPDJ) yang berkuasa di Eritrea, Red Sea Trading Corp., dan Hidri Trust, serta pejabat Eritrea Hagos Ghebrehiwet Weldekidan dan Abraha Kassa.

Keadaan darurat tersebut diberlakukan seiring dengan meningkatnya pertempuran antara pemerintah federal Ethiopia dan pasukan dari wilayah Tigray di utara, yang berbatasan dengan Eritrea di sebelah utara. Pada November 2021, pasukan pemberontak telah merebut kota-kota di sepanjang rute menuju Addis Ababa, yang mendorong pemerintah Ethiopia untuk mengumumkan keadaan darurat nasionalnya sendiri yang terpisah.