Logo Bloomberg Technoz

Penyebab Laba Bersih HRTA Tumbuh 100% Lebih

Muhammad Julian Fadli
05 August 2026 11:19

Calon pembeli melihat emas perhiasan di Galeri 24 Salemba, Jakarta, Selasa (7/10/2025). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Calon pembeli melihat emas perhiasan di Galeri 24 Salemba, Jakarta, Selasa (7/10/2025). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laba bersih PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) tumbuh 100,86% secara tahunan mencapai Rp700,01 miliar sepanjang enam bulan pertama 2026. Saham HRTA pun terbang 4,2% pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (5/8/2026).

Melesatnya laba bersih perusahaan produsen perhiasan emas dan logam mulia serta penjual emas batangan ini sejalan dengan kenaikan angka pendapatan. Tercatat, pendapatan HRTA mencapai Rp33,8 triliun, lebih tinggi 124,6% dibanding dengan pencapaian pada semester I tahun lalu sebesar Rp15,05 triliun.

Adapun kenaikan pendapatan HRTA didukung penuh oleh hasil penjualan perhiasan dan logam mulia grosiran yang tercatat tumbuh 149% menjadi Rp30,19 triliun. Senada, pendapatan dari hasil penjualan toko juga tumbuh 22% menjadi Rp3,48 triliun.


Lesatan pendapatan ini sejalan dengan kenaikan harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) yang mencapai 53,21% year–on–year menjadi Rp2.591.673 per gram. Terlebih lagi, kenaikan harga jual diiringi peningkatan volume penjualan emas murni yang tumbuh mencapai 46,74% hingga mencapai 13 ton di sepanjang semester I–2026.

Harga Jual Rata-rata (Average Selling Price/ASP) Emas HRTA (Earnings Highlight Emiten)

Dengan demikian, Earning per Share (EPS) emiten HRTA berhasil tercatat di level Rp152/saham, dari yang sebelumnya terbilang Rp75,68/saham.