Jauh di sisi berseberangan, hanya Straits Times (Singapura), SETI (Thailand), dan PSEI (Filipina), masih melemah dan tertekan.
Penyebab IHSG Menguat
Sejumlah saham menjadi pendorong IHSG melesat pada penutupan perdagangan hari ini. Saham–saham kesehatan, saham barang baku, dan saham konsumen primer mencatatkan penguatan paling luar biasa, dengan masing–masing melesat mencapai 2,34%, 2,21% dan 1,61%.
Berdasarkan data Bloomberg, penguatan IHSG di zona hijau tak lepas dari kenaikan sejumlah saham berbobot besar terutama saham DCI Indonesia (DCII) hingga saham Aneka Tambang (ANTM) yang menopang hijaunya IHSG.
Saham DCII berhasil menguat 5,88% di level Rp200.000/saham usai sebanyak 4 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham DCII sepanjang hari ini mencapai Rp815 juta.
Lebih potensial lagi, saham ANTM mencatatkan kenaikan 6,23% hingga ditutup di posisi Rp3.070/saham. Nilai transaksi jual–beli saham Antam mencapai 187 juta saham dengan nilai Rp566 miliar.
10 saham teratas yang menopang IHSG, berdasarkan data Bloomberg, Rabu.
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menyumbang 11,34 poin
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyumbang 9,28 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 5,93 poin
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyumbang 5,14 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyumbang 4,48 poin
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 4,06 poin
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyumbang 3,92 poin
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyumbang 3,48 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang 2,72 poin
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyumbang 2,69 poin
Melesatnya IHSG pada penutupan perdagangan hari ini tersengat sentimen positif yang datang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II–2026 yang tercatat tumbuh 5,29% year–on–year.
Siang tadi Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II–2026 berhasil tumbuh 5,29% year–on–year/yoy. Ekonomi Indonesia berhasil menguat lebih tinggi dibanding kuartalan dan tahun sebelumnya, serta jauh lebih optimistis dari estimasi pasar.
BPS melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh mencapai 5,29% pada kuartal kedua tahun ini secara tahunan. Secara kuartalan (quarter–to–quarter/qtq), ekonomi Indonesia pada kuartal II–2026 mengalami peningkatan 3,73%, setelah sempat terkontraksi 0,77% pada kuartal pertama.
Secara kumulatif, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,45% pada semester I 2026.
Adapun konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg mengestimasikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,14% yoy pada kuartal II–2026 dibanding dengan tahun sebelumnya (year–on–year/yoy), menurut survei Bloomberg terhadap 34 ekonom/analis.
M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp6.552,1 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp3.576,2 triliun.
“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 secara tahunan dibanding kuartal II-2025 tumbuh 5,29%. Kinerja ini ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik,” papar Edy dalam Konferensi Pers, Rabu (5/8/2026).
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut juga lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi pada kuartal II–2025 yang saat itu tercatat 5,12% yoy.
Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup menguat berkat data indikator ekonomi domestik yang membaik, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta di tengah optimisme investor akan kinerja emiten, menjadi beberapa faktor yang mendorong penguatan indeks.
Dengan itu, secara teknikal, beberapa indikator teknikal mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370–6.400 pada perdagangan selanjutnya.
(fad)





























