Salah satu penyebab naik turunnya harga emas adalah kabar dari Timur Tengah. Kebetulan kemarin ada kabar baik di mana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan damai dengan Iran akan kembali dimulai.
Namun sebelumnya, Trump menebar ancaman bahwa akan menyerang Iran. Serangan ini, menurut Trump, atas permintaan sekutu AS di wilayah tersebut termasuk Arab Saudi.
“Saat ini situasinya sedikit mendukung harga emas. Namun, kami menilai kita belum sepenuhnya keluar dari hutan,” tegas Samantha Dart, Co-Head Global Commodities Research di Goldman Sachs, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Selasa (4/8/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 46.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas belum terlalu jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.
Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 69. Menghuni area beli (long) yang kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas kemungkinan akan bergerak di rentang yang relatif sempit. Target resisten terdekat ada di kisaran US$ 4.059-4.068/troy ons.
Jika tertembus, maka US$ 4.0076-4.094/troy ons bisa menjadi target selanjutnya. Target paling optimistis ada di US$ 4.105/troy ons.
Sedangkan target support terdekat rasanya ada di US$ 4.054/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga emas ke level US$ 4.044-4043/troy ons.
(aji)



























