Tao juga mengakui perusahaan menerima banyak kritik dari komunitas gamer sejak pengumuman tersebut disampaikan. Meski demikian, Sony menyatakan memahami ikatan emosional pemain terhadap game dalam format fisik.
"Kami menerima berbagai pendapat dan memahami komunitas memiliki pandangan yang kuat mengenai keputusan ini. Gim adalah bentuk hiburan yang dicintai banyak orang dan dalam banyak kasus juga menjadi bagian dari kenangan mereka, sehingga kami memahami perasaan tersebut," kata Tao.
Meski beralih sepenuhnya ke distribusi digital, Sony mengatakan fokus perusahaan kini adalah memastikan pemain tetap terlibat dalam ekosistem PlayStation.
"Kami ingin terus mengeksplorasi bagaimana kami dapat menjaga keterlibatan para gamer dalam ekosistem digital di masa depan," ujarnya.
Keputusan Sony menghentikan produksi disc telah memicu perdebatan di industri gim. Sejumlah pengembang menyuarakan dukungan terhadap keberadaan edisi fisik karena dinilai masih memiliki nilai koleksi sekaligus memberikan rasa kepemilikan kepada pemain.
Chief Financial Officer Sandfall Interactive Guillaume Broche mengatakan keputusan Sony merupakan langkah yang disayangkan. Menurut dia, banyak pemain masih menikmati mengoleksi cakram fisik sebagai bagian dari pengalaman bermain gim.
"Secara bisnis saya memahami mengapa keputusan itu masuk akal. Namun dari sisi nilai seni video game, saya rasa itu merupakan keputusan yang disayangkan," kata Broche.
(fik/ell)





























