Logo Bloomberg Technoz

IHSG Fluktuatif: Turun Tipis 0,03%, Saham INDY Jatuh 11%

Muhammad Julian Fadli
03 August 2026 18:15

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan dengan turun tipis 1,62 poin (0,03%) di posisi 6.234 pada penutupan perdagangan Senin (3/8/2026) usai berfluktuatif sepanjang hari dengan saham Indika Energy (INDY) jadi pemberat IHSG.

Sepanjang perdagangan IHSG melaju dengan volatilitas dan intensitas tinggi sejak pembukaan dengan sempat ada di zona hijau dan merah dengan cepat, adapun rentang pergerakan terjadi di rentang 6.273 sampai dengan terendahnya 6.212.

IHSG Penutupan Sesi II pada Senin 3 Agustus 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp14,37 triliun dari sejumlah 38,77 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi yang terjadi 2,32 juta kali jual–beli. Tercatat masih ada penguatan 292 saham, dan 348 saham melemah. Sisanya 150 saham stagnan.


Saham–saham teknologi, saham properti, dan saham energi menjadi sebab pembalikan arah IHSG dengan melemah 1,51%, 0,76%, dan 0,75%, disusul oleh melemahnya saham perindustrian sebesar 0,53%. Sedangkan, saham—saham keuangan mengalami pelemahan 0,31%.

LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan juga tertekan hingga menjadi pemberat utama IHSG antara lain, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) ambles 11%, dan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan pelemahan 3,95%.