Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif pada periode Januari-Juni 2026 tercatat masih surplus US$3,58 miliar. Angka ini ditopang surplus komoditas nonmigas sebesar US$19,35 miliar, sementara komoditas migas masih defisit US$15,77 miliar.

Sebelumnya, konsensus yang dihimpun Bloomberg hingga Jumat (31/7/2026) menghasilkan median proyeksi neraca perdagangan Indonesia defisit US$756 juta. Masih minus, tetapi ada perbaikan ketimbang bulan sebelumnya.

Konsensus memperkirakan impor Indonesia pada Juni 2026 tumbuh 22,3% secara tahunan (year-on-year/yoy), nyaris tidak berubah dari realisasi Mei sebesar 22,16%. Sebaliknya, ekspor diperkirakan masih terkontraksi 0,4%, meski membaik dibanding kontraksi Mei sebesar 5,73%. 

Jika terealisasi, perbaikan yang terjadi pada impor bisa dibaca sebagai tanda bahwa aktivitas ekonomi domestik tetap bergairah. Namun, data ekspor yang masih terkontraksi menggambarkan bahwa mesin penghasil devisa sepertinya belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan domestik yang tergambar dari impor. 

(lav)

No more pages