"Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi oleh volatilitas saham yang terkait AI, seiring dirilisnya kinerja keuangan SpaceX dan AMD pada pekan ini," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Senin (3/8/2026).
Selain itu, investor juga akan mencermati data ekonomi Amerika Serikat, terutama laporan ketenagakerjaan.
Data nonfarm payrolls Juli diperkirakan menunjukkan penambahan 91 ribu tenaga kerja dari 57 ribu pada Juni, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan meningkat menjadi 4,3% dari 4,2%.
Dari dalam negeri, perhatian pasar akan tertuju pada sejumlah indikator ekonomi yang dirilis sepanjang pekan ini, mulai dari PMI manufaktur, inflasi, dan neraca perdagangan pada hadi ini, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 pada Rabu (5/8/2026) mendatang, hingga cadangan devisa dan indeks harga properti pada Jumat (7/8/2026).
Penurunan harga BBM nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Agustus 2026 juga dinilai berpotensi menjadi tambahan sentimen positif bagi pasar domestik.
Phintraco menilai penguatan IHSG pada Juli lalu menjadi sinyal awal membaiknya sentimen pasar setelah indeks membukukan kinerja bulanan negatif selama enam bulan berturut-turut.
"IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.300-6.380 pada pekan ini," lanjut riset tersebut.
Senada, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai tren teknikal IHSG masih membuka ruang kenaikan lanjutan setelah indeks berhasil bertahan di atas MA-20.
"Posisi IHSG sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], sehingga berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6.352-6.545," ujar Herditya.
Meski demikian, dia mengingatkan investor tetap mewaspadai potensi pembalikan arah dalam jangka pendek.
Herditya menyebut, area 6.108-6.187 menjadi rentang yang perlu dicermati apabila IHSG mengalami koreksi sebelum kembali melanjutkan tren penguatannya.
(cpa/naw)


























