Saat ini, kata James, dunia tengah menghadapi tantangan dan gejolak yang besar dengan teknologi yang tengah berkembang, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang mengakibatkan berkurangnya industri padat karya. Di sisi lain, kata James, Presiden Prabowo Subianto memiliki kesadaran bahwa terdapat 60 juta pekerja di Indonesia yang harus mendapatkan pelatihan ulang untuk bisa bersaing di industri yang baru.
“Memang ini zamannya akan lebih banyak gejolak, berarti struktur keuangan setiap perusahaan, struktur keuangan negara dan sebagainya memang harus ditata lebih baik daripada dulu. Umpamanya kita tidak bisa lagi pinjam uang swasta ya, pinjam uang dolar Amerika Serikat jangka pendek lalu masuk ke Indonesia mengembangkan usaha, ya tentu itu lebih lebih berat gitu,” ujar James.
Tanggapan Pemerintah
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan sudah melakukan diskusi dengan kalangan pelaku usaha seperti Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengenai isu yang tengah berkembang. Namun, Budi memastikan pembangunan pagar tidak berkaitan dengan keamanan.
“Ya saya juga nggak tahu persis ya tetapi kemarin koordinasi dengan kayak APPBI, tidak ada masalah kok, tidak ada isu apa-apa. Tidak ada isu terkait ya apa pun tidak ada. Aman-aman saja tidak ada masalah,” ujar Budi.
(dov/del)




























